Bel tanda berakhirnya jam belajar itupun berbunyi. Ramainya sorak para siswa pun mengisi seluruh ruangan yang ada disekolah SMAN2. Menit demi menit pun ruangan mulai sepi ditinggalkan penghuninya. Hanya ada beberapa siswa yang tersisa, karna ada alasan untuk kegiatan eskul pada saat pelajaran berakhir. Srrrrt ssrrtt... Sssrtt terdengar suara geseran meja dan kursi, terlihat beberapa siswi rupanya sedang membersihkan lantai kelas. Tidak terlihat seorang siswa disana.
Adisti pada saat itu kebagian untuk membersihkan lantai dibarisan belakang. Sedang kedua temannya ola dan reka membersihkan lantai bagian depan kelas. Adisti yang saat itu sedang sibuk dengan sapunya, pada saat membersihkan meja barisan kedua dari pintu tersebut. Menemukan sebuah buku dengan cover yang tak asing bagiku buku tersebut berwarna merah dan terlihat masih baru.
Karna penampilannya yang begitu menarik dan membuat adisti penasaran akhirnya ia dengan tanpa sengaja bagian demi bagian isi buku tersebut ia baca. Sampai dia mungkin tidak sadar bahwa dimeja kursi tersebut masih tertinggal sebuah ransel bermotif batik dengan warna dasar putih dengan motifnya bewarna hitam kecoklatan. Tanpa disadari buku yang dibacanya tersebut ternyata pemilik tas ransel batik tersebut.
Tidak beberapa lama kemudian masuk seorang siswa berbadan tinggi, hitam manis, rambutnya sedikit berponi dan mengenakan switer berwarna hitam pekat mendekati meja yang sedaritadi dibersihkan adisti. " hey.." itulah ucapan pertamanya. Dengan kaget adisti menatap lelaki tersebut dan dengan perlahan menutup buku yang dibacanya tersebut dengan pelan dan dengan lembut adisti letakkan dimeja. Tetapi matanya tidak mengalih dari mata tersebut.
Adisti👉 iyaa.. (Dengan wajah malu) lelaki tersebut belum menjawab, tapi adisti langsung melanjutkan uacapannya. " lo pemilik buku ini?? Maaf gw tadi gak sengaja liat dimeja. Dan gak sengaja baca. Tentang peterpan ternyata. Gw suka peterpan. Buku ini bagus banget ceritanya. Nyeritain ariel dan kawan"nya pasca ariel kena kasus. Dan teman temannya masih berjuang untuk mempertahankan bandnya tersebut. :)
Lelaki tersebut hanya diam. Dan tiba tiba menjawab. " iyaa. Itu punya panji. Belom beres juga bacanya."
Panji ternyata nama salahsatu siswa tersebut. Mungkin sedikit heran kenapa teman satu kelas tetapi tidak tau nama teman sekelasnya? 😱 ya adisti dan dia dan yang lainnya yang mengisi kelas XI ipa tersebut memang belum lama. Baru beberapa hari mereka naik ke kelas sebelas tersebut. Dan penghuninya baru semua. Dari macam macam kelas. Ola reka pun teman baru adisti dikelas tersebut, tapi mereka sudah saling kenal karna satu eskul kesenian tradisional. Sedangkan panji begitu asing untuk adisti.
Bertegur sapapun baru kali itu adisti dan panji.
Esok harinya para siswa siswi belajar seperti biasanya. Begitupun adisti dengan teman teman sekelasnya. Tapi pada saat itu para siswa ipa tersebut tidak fokus. Bagaimana tidak kali itu pelajaran mulok membahas soal bertani. Gurunya baik, santai. Itu alasan kenapa murid" tidak fokus. Sebagian ada yang mengobrol sebagian ada yang mendengarkan musik dengan handphone disimpen dibawah meja. Begitu juga dengam adisti. Tidak tau kenapa pada saat itu mata adisti terarah ke meja belakang. Yaitu dimana tempat meja panji. Seketika ia memandang lelaki tersebut. Dengan keadaan saat itu panji sedang tidur. -_- hari demi hari pun adisti tidak sadar selalu ingin memandang kebelakang meja tersebut. Disaat guru sedang lengah, sesekali adisti menoleh kebelakang. Tapi selalu saja terlihat panji sedang menempelkan wajahnya diatasmeja. Sampai dibenak adisti ingin sekali membangunkannya. Pernah saat itupun saat panji sedang tertidur, adisti memandangnya sesekali. Ininmungkin menjadi salahsatu hobi adisti pada saat itu memandang panji tanpa sepengetahuannya. :)
Hari demi hari pun berlanjut.. Penghuni kelas tersebut pun mulai akrab satu sama lain. Tidak seperti sebelumnya hanya bermain dan mengobrol dengan temannya disaat kelas sepuluh. Keakraban itu semua dimulai setelah guru biologi yaitu bu siti aisyah mengatur formasi barisan. Yang dimana awalnya setiap baris tersebut sekumpulan teman" semasa kelas 10 akhirnya semua pun dicampur. Kebersamaan pun terjalin. Tapi tidak untuk adisti dan panji mereka tidak pernah bertegur sapa. Terakhir itu pada awal menempati kelas ipa.
Namanya hati memiliki rasa. Itu yang dirasakan adisti. Akhir akhir ini dia selalu memikirkan panji. Panji yang awalnya ia kenal sedikit jutek dan si tukang tidur itu, mulai aktif, ya dia memang pintar termasuk murid cerdas juga. Sering maju juga kedepan jika disuruh guru. Itupun menjadi salahsatu alasan terpesonanya sosok panji dimata adisti.
Berbeda dengan adisti. Ia jutek, cuek, periang , tidak begitu pintar, tapi berani mengambil resiko.
Adisti lebih senang sendiri. Dan lebih bisa menyembunyikan perasaannya. Salahsatunya pada masa itu adisti sedang tertimpa masalah keluarganya. Jika tau lebih dalam tentang apa yang dirasakan adisti mungkin semua tidak akan bisa menyangka. Tapi semua itu masalah itu selalu ia sembunyikan sendiri. Tidak ingin rasanya membebani teman"nya. Begitu juga dengan perasaannya kepada panji.
Hari hari yang berat pun dilalui adisti dengan selalu keep slowly.
Sore pun datang, matahari pun telah menuju horizon. Malam itu menjadi awal tanggal 1 akan dibentuk. Adisti sedang asyik facebook.an. dia klik sebuah grup yang bernama ipa 1 (sebelum nama remedial dibuat). Dengan sengaja adisti mengirim sebuah pesan dinding digrup tersebut.
" kaliaan.. Jangan lupa ya save nomor adisti 08............ Dengan ditutup tanda baca titik dua buka kurung. Pesan pun dikirim. Tidak lama kemudian ada beberapa teman berkomentar. Memberi tanda setuju akan d save dan ada juga yang memberi pesan balik "save juga nomor gw nih" dan itupun salahsatunya panji. Adisti pada saat itu pun bingung dia harus sedih atau bahagia.
Akhirnya adisti save nomor 3 panji tersebut. Adisti dengan berani mengirim pesan duluan.
" ini nomor fite. Save yah"
Tidak lama kemudian balasan dari nomor yang 4 digit dari belakang 3554 sampai dilayar handphone adisti. Sayangnya balasan tersebut hanya berisi " sip :) " . dengan bingungnya adisti harus balas apalagi.
Setelah itu waktu berjarak lama. Adisti tidak lagi ingin tau soal panji. Setelah penasarannya terjawab bahwa panji memiliki seorang pacar diluar kota sana. Itu sangat membuat adisti yakin harus bisa melupakannya.
Season 1.
Adisti pada saat itu kebagian untuk membersihkan lantai dibarisan belakang. Sedang kedua temannya ola dan reka membersihkan lantai bagian depan kelas. Adisti yang saat itu sedang sibuk dengan sapunya, pada saat membersihkan meja barisan kedua dari pintu tersebut. Menemukan sebuah buku dengan cover yang tak asing bagiku buku tersebut berwarna merah dan terlihat masih baru.
Karna penampilannya yang begitu menarik dan membuat adisti penasaran akhirnya ia dengan tanpa sengaja bagian demi bagian isi buku tersebut ia baca. Sampai dia mungkin tidak sadar bahwa dimeja kursi tersebut masih tertinggal sebuah ransel bermotif batik dengan warna dasar putih dengan motifnya bewarna hitam kecoklatan. Tanpa disadari buku yang dibacanya tersebut ternyata pemilik tas ransel batik tersebut.
Tidak beberapa lama kemudian masuk seorang siswa berbadan tinggi, hitam manis, rambutnya sedikit berponi dan mengenakan switer berwarna hitam pekat mendekati meja yang sedaritadi dibersihkan adisti. " hey.." itulah ucapan pertamanya. Dengan kaget adisti menatap lelaki tersebut dan dengan perlahan menutup buku yang dibacanya tersebut dengan pelan dan dengan lembut adisti letakkan dimeja. Tetapi matanya tidak mengalih dari mata tersebut.
Adisti👉 iyaa.. (Dengan wajah malu) lelaki tersebut belum menjawab, tapi adisti langsung melanjutkan uacapannya. " lo pemilik buku ini?? Maaf gw tadi gak sengaja liat dimeja. Dan gak sengaja baca. Tentang peterpan ternyata. Gw suka peterpan. Buku ini bagus banget ceritanya. Nyeritain ariel dan kawan"nya pasca ariel kena kasus. Dan teman temannya masih berjuang untuk mempertahankan bandnya tersebut. :)
Lelaki tersebut hanya diam. Dan tiba tiba menjawab. " iyaa. Itu punya panji. Belom beres juga bacanya."
Panji ternyata nama salahsatu siswa tersebut. Mungkin sedikit heran kenapa teman satu kelas tetapi tidak tau nama teman sekelasnya? 😱 ya adisti dan dia dan yang lainnya yang mengisi kelas XI ipa tersebut memang belum lama. Baru beberapa hari mereka naik ke kelas sebelas tersebut. Dan penghuninya baru semua. Dari macam macam kelas. Ola reka pun teman baru adisti dikelas tersebut, tapi mereka sudah saling kenal karna satu eskul kesenian tradisional. Sedangkan panji begitu asing untuk adisti.
Bertegur sapapun baru kali itu adisti dan panji.
Esok harinya para siswa siswi belajar seperti biasanya. Begitupun adisti dengan teman teman sekelasnya. Tapi pada saat itu para siswa ipa tersebut tidak fokus. Bagaimana tidak kali itu pelajaran mulok membahas soal bertani. Gurunya baik, santai. Itu alasan kenapa murid" tidak fokus. Sebagian ada yang mengobrol sebagian ada yang mendengarkan musik dengan handphone disimpen dibawah meja. Begitu juga dengam adisti. Tidak tau kenapa pada saat itu mata adisti terarah ke meja belakang. Yaitu dimana tempat meja panji. Seketika ia memandang lelaki tersebut. Dengan keadaan saat itu panji sedang tidur. -_- hari demi hari pun adisti tidak sadar selalu ingin memandang kebelakang meja tersebut. Disaat guru sedang lengah, sesekali adisti menoleh kebelakang. Tapi selalu saja terlihat panji sedang menempelkan wajahnya diatasmeja. Sampai dibenak adisti ingin sekali membangunkannya. Pernah saat itupun saat panji sedang tertidur, adisti memandangnya sesekali. Ininmungkin menjadi salahsatu hobi adisti pada saat itu memandang panji tanpa sepengetahuannya. :)
Hari demi hari pun berlanjut.. Penghuni kelas tersebut pun mulai akrab satu sama lain. Tidak seperti sebelumnya hanya bermain dan mengobrol dengan temannya disaat kelas sepuluh. Keakraban itu semua dimulai setelah guru biologi yaitu bu siti aisyah mengatur formasi barisan. Yang dimana awalnya setiap baris tersebut sekumpulan teman" semasa kelas 10 akhirnya semua pun dicampur. Kebersamaan pun terjalin. Tapi tidak untuk adisti dan panji mereka tidak pernah bertegur sapa. Terakhir itu pada awal menempati kelas ipa.
Namanya hati memiliki rasa. Itu yang dirasakan adisti. Akhir akhir ini dia selalu memikirkan panji. Panji yang awalnya ia kenal sedikit jutek dan si tukang tidur itu, mulai aktif, ya dia memang pintar termasuk murid cerdas juga. Sering maju juga kedepan jika disuruh guru. Itupun menjadi salahsatu alasan terpesonanya sosok panji dimata adisti.
Berbeda dengan adisti. Ia jutek, cuek, periang , tidak begitu pintar, tapi berani mengambil resiko.
Adisti lebih senang sendiri. Dan lebih bisa menyembunyikan perasaannya. Salahsatunya pada masa itu adisti sedang tertimpa masalah keluarganya. Jika tau lebih dalam tentang apa yang dirasakan adisti mungkin semua tidak akan bisa menyangka. Tapi semua itu masalah itu selalu ia sembunyikan sendiri. Tidak ingin rasanya membebani teman"nya. Begitu juga dengan perasaannya kepada panji.
Hari hari yang berat pun dilalui adisti dengan selalu keep slowly.
Sore pun datang, matahari pun telah menuju horizon. Malam itu menjadi awal tanggal 1 akan dibentuk. Adisti sedang asyik facebook.an. dia klik sebuah grup yang bernama ipa 1 (sebelum nama remedial dibuat). Dengan sengaja adisti mengirim sebuah pesan dinding digrup tersebut.
" kaliaan.. Jangan lupa ya save nomor adisti 08............ Dengan ditutup tanda baca titik dua buka kurung. Pesan pun dikirim. Tidak lama kemudian ada beberapa teman berkomentar. Memberi tanda setuju akan d save dan ada juga yang memberi pesan balik "save juga nomor gw nih" dan itupun salahsatunya panji. Adisti pada saat itu pun bingung dia harus sedih atau bahagia.
Akhirnya adisti save nomor 3 panji tersebut. Adisti dengan berani mengirim pesan duluan.
" ini nomor fite. Save yah"
Tidak lama kemudian balasan dari nomor yang 4 digit dari belakang 3554 sampai dilayar handphone adisti. Sayangnya balasan tersebut hanya berisi " sip :) " . dengan bingungnya adisti harus balas apalagi.
Setelah itu waktu berjarak lama. Adisti tidak lagi ingin tau soal panji. Setelah penasarannya terjawab bahwa panji memiliki seorang pacar diluar kota sana. Itu sangat membuat adisti yakin harus bisa melupakannya.
Season 1.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar