Selasa, 15 Maret 2016



kata orang rindu itu indah.. namun bagiku ini menyiksa. Sejenak ku pikirkan untuk kubenci saja dirimu... namunn sulit ku membenci. ~
Bagaimana pun ini hanya sebuah tulisaan. Simpan saja dengan rapih. Serapih-rapihnya. Sampai aku lupaaa pernah menyimpannya dulu.
Dalam hujan ada kenangann. Tapi apa daya apa yang harus dikenang.
Menatap hujan dilangit yang sama. Hanya akan ada yg berbeda. Bukan rindu yang dititipkan. Tapi setelah reda bukan menungggu lagi. Tapi lanjut berjalan. Karna hujan sudah reda mbaa... :') 

Rabu, 24 Februari 2016

Selamat malam, hati yang masih
merindukan dalam diam.
Sejak aku memilih tak lagi perduli,
aku sadar jika aku tengah berpura-
pura.
Aku bersandiwara menjadi tuli,
Namun jauh dalam nurani, aku masih
begitu peduli.
Berbohong itu dosa. Namun
kebohongan kali ini sungguh hanya
untuk membentengi hatiku dari luka.
Sadarkah? Aku bersihkeras berusaha
tak mau tau tentangmu. Sejak kamu
acuh saat ku butuh. Sejak dengan
duniamu kamu merasa asik, namun
disini aku terusik. Sebab, kabarmu
yang aku butuhkan meskipun sedetik.
Sebab perhatianmu yg hilang
membuatku tergeletik untuk berhenti
pada satu titik. Titik kejenuhan. Titik
kebosanan. Titik kemuakan yang
rasanya ingin ku ledakkan di
hadapanmu.
Hargai kesabaranku sedikit. Rasa yg
kau hadirkan begitu menyelekit. Sakit,
ketika ku minta sebentar waktumu
namun kau malah menolak menjerit.
Lepaskan jika aku tak berarti.
Pergilah jika memang rasamu mati.
Kepadaku kamu meminta hati.
Namun tidak sedikitpun pernah kamu
mengerti tentang sebuah hati

Jumat, 07 Agustus 2015

ku ingin kembali ke 965 hari yang lalu.

Aku sadar ini bukan akibat dari kejenuhan. Jenuh itu ada, dan jenuh itu bisa dirasakan ketika seseorang yg mengalami jenuh tidak dapat lagi merasakan kenyamanan. Yg sifatnya sementara atau seterusnya. Semua tergantung pada pilihan dimana kita harus mencintai dari sendiri, atau tetap menjadi seseorang yg hebat menyembunyikan perasaannya.

Ratusan alasan dari berbagai makhluk hidup terlontar mengapa ia jenuh. Jawabannya bagiku hanya satu, ia tidak dapat brrdiri lagi dan berdiri diatas duri pun tidak akan terasa sakitnya.
Stay or leave. Hanya dua pilhan. Tapi otak ini bahkan hati tidak dapat lagi menentukan. Semua telah pudar. Bahkan malaikat" kecil yang sedaritadi mengelilingiku pergi dengan pelannya. TIDAK.
Apalagi yang terjadi. Tubuh dimana raga ini berada, jatuh seketika. Aku benci sendiri. Aku tak bisa sendiri.
Tuhan.. Apa yang akan kau lakukan lagi. Tubuh ini tidak berdaya,. Tak dapat ku rasakan apa" lagi. Semua hitam. Dan memaksaku memejamkan mata. Aku terpejam. Hanya ada yang tersisa yaitu airmata.
Bayang bayang itu. Aku melihatnya. Walo tak begitu jelas. Tapi ada setitik cahaya disana, yang membawa tubuh ini untuk kesana. Ku dapat dia, tapi semakin dekat bayang itu semakin samar. " kamu tidak sendiri, ada aku" hanya itu yang terdengar jelas. Angin yg begitu kencang tiba tiba berhenti , seolah olah membuat ku untuk mendengar suara itu dengan seksama.
Kurasakan sakit diotakku. Aku depresi. Tidak. Bayangan itu memaksaku mengingat 965 hari yg lalu. Ku coba bertahan. Tapi tak bisa. Rasa takut itu meracuni otakku lagi. Tapi bayangan ituu. Lagi lagi bayangan itu. Namun hatiku meyakinkanku untuk meloncat ke 965 hari yang lalu. Jujur hatiku.
Aku merasakan kedamaian, sampai kulupa untuk mrmbuka mataku. Kurasakan semakin kurasakan kebahagian itu. Kedua tanganku tiba" kuangkat dengan sendirinya. Kurasakan tetesan hujan. Semakin kurasakan. Ku menari disana. Jatuhpun sampai tak sempat kurasakan. Aku bahagia.
Tuhan. Ijinkan aku untuk berada disini. Aku bahagia.
Ku buka mata ini, aku melihatnya. Ya bayangan itu. Tapi tak brrcahaya tapi memudar. Hujan pun berhenti. Ku teriak sekencang"nya. Ku coba lari mengejar bayangan itu. Tapi ku tak dapat. Aku kehilangan arah.
Waktu berlalu begitu lambat, memasukanku makin
dalam ke pusaran air lava yang membakar warna
yang pernah terpancar dari mata ini
.
Aku masih muda, apakah pantas aku terima bakaran
ini?
Kenapa tak sekalian saja tampar aku? Tendang injak
wajahku ke tanah?
Atau diagnosa aku dengan penyakit terparah vonis
aku mati 2-3 bulan lagi?
Tuhan ijinkan aku pingsan lagi, ijinkan aku tidur dalam
mimpi.
Ijinkan aku terbang jauh dalam dunia khayalan.
Ijinkan aku lupa, dan ijinkan aku masuk ke 965 hari yang lalu lagi walo takan pernah nyata lagi.
Tapi TIDAK.
Sepertinya aku mendengar suara Tuhan yang
menggema di dinding2 organ jantung dan paru-
paruku. Tapi ku salah. Kali ini bukan tuhan tapi bayang bayang itu. Tak sempat ku mendengar dengan jelas. Karena hati ini merasa tak kuat menerimanya. suara itu sangat jauh dan samar.
Mungkin kata-Nya, “kau tidak akan mati, aku akan
membakarmu di neraka dunia ini, tapi kau akan
bertahan….dan kau akan….” suara bayang itu menghilang. Menghilang dengan semaunya.
Dan ku melayang terbang tinggi. Dengan membawa harapan kau akan mengerti ini. Tanpa ku tak sempat mengucapkan ku rindu padamu.

mungkin setitik cahaya dari bayangam itu yang mendorong kaki
dan jiwaku dengan tiupan angin yang tak terlihat dan
tak terasa. Meniupkan sehembus nyawa demi nyawa.
Tetap defisit namun ajaib, karena aku tetap bisa
hidup.
Walo cintaku tak tersela
matkan, tapi aku percaya dengan wish yang selalu diucapkan ketika datang hujan, New smile itu akan kembali menuntunku menuju new horizon. Dan rasa itu akan tetap sama seperti 965 hari yang lalu.
‪#‎1april‬. :'')
Fiteriana.

Minggu, 12 April 2015

mungkin hanya aku yang menganggap ia itu sahabat aku.

Apa sih arti dari sebuah persahabatan?? Ada yang bilang sahabat itu adalah teman yang benar-benar dekat sampai tahu hal-hal kecil tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng. Tetapi ada juga yang bilang, sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri.
Yang punya sahabat pasti susah buat ungkapinnya, terlalu banyak arti persahabatan itu. Mungkin sampai kehababisan kata kata untung mengartikan apa itu persahabatan. Beruntunglah yang punya sahabat. Entah itu satu orang atau lebih. Yang pasti sahabat itu menjadi salahsatu seseorang yang sangat kita perlukan. Bukan berarti menjadi salahsatu kebutuhan. Tetapi dengan adanya sahabat menjadi suatu pesan untuk menjadi kita lebih baik menjalani kehidupan.

Sahabat sejati itu mengajarkan yang positif. Menolong, menemani dengan tulus itu persahabatan tidak ada kata imbalan. Seorang pacar pun kalah statusnya dengan sahabat. Tapi semoga memiliki seorang pendamping pun bisa menjadi sahabat.Seneng ya punya sahabat. Tidak ditemani 1000 teman pun jika memiliki sahabat itu jauh lebih bahagia. Sayang saya terlalu percaya dengan oranglain trrlalu mudah untuk bilang dia itu sahabat saya. :') saya senang bercerita tentang persahabatan saya. Apalagi kalo buat sahabat bahagia. Itu saya. Karna terlalu mudah mempercayai oranglain.Apakah dia begitu?? Apa dia tau semuanya tentang saya? :')Masalah yang saya hadapi mungkin ya ini. Untuk membuktikan sahabat itu menjadikan kita matang dan dewasa. Saya tau saya lebih malas dari sahabat saya. Saya asal orangnya. Tidak perfect.Selau bergantung kepada sahabat saya. Untuk membukakan tutup botol pun saya harus mmeminta bantuan sahabat saya. Ya itu saya. Saya terima semua kekurangan saya. Tetapi kenapa hal yang saya lakukan baik untuk sahabat saya menurutnya selalu salah. Apa karna terlalu banyak keburukan saya?. Apa hanya saya yang menganggap ia sahabat saya.?. Saya pikir saya memang belum bisa dijadikan sahabat, dan mungkin saya belum menemukan teman yang tulus seperti apa. :')Mungkin teman" juga yang baca berpikir saya orang yang tak pantas dijadikan sahabat karna suatu prilaku saya yang malas itu.
 Ya tidak apa apa.  Saya hanya mengingat apa yang mama saya bilang. Kebaikan yang kita lakukan atau yang kita berikan kepada oranglain. Sebaiknya jangan dibicarakan. Ya itu alasan saya .

Saya memang belum menemukan sahabat, dan mungkin saya belum dijadikan sahabat olehnya.Tapi saya dengan kekurangan saya telah dijadikan sahabat oleh orang yang sangat tulus menemani saya. ia adalah mama saya sendiri :') 1000 teman saya tidak apa tak punya. 1 sahabat pun tidak punya tak apa. :') cukup ada mama saya merasa hidup saya tidak sendiri. :') untuk kamu teman yang saya anggap saya sahabat, terimakasih... :') jangan lupa kamu pun dulu sendiri. :') ya semoga dengan teman teman kamu yang baru kamu bisa tau arti sahabat itu apa. saya berharap kamu sedang khilaf melupakan saya saat ini.

Rabu, 08 April 2015

puisiku saat itu

Malam sunyi ku impikanmu..
Ku lukiskan kita bersama .. Namun selalu aku bertanya adakah aku dimimpimu
Dihatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu satu
Namun selalu aku brrtanya
Adakah aku dihatimu?

Ini lagu symponi hitam-sherina
Lagu yang sering" ini dputar oleh adisti.

Hati... Cinta..  . memiliki.  . terlupakan
Mengapa harus begitu?
Membuat bibir merona
Dan membuat bibir merubah bentuknya seperti bunga yang layu
Hati..
Tapi mengapa kau tak rasa
Begitu jauhkah aku??
Dengan seenaknya kau memberi rasa lalu pergi
Mulutku tertutup tak berucap
Mataku ku paksa kututup
Hati.. Tapi hatii..
Hatiku berbicara seakan memberi isyarat
Untuk bilang aku ingin kamu
Iya kamu...
Iya hati..

By. Fiter
..

awalku mengaguminya

Bel tanda berakhirnya jam belajar itupun berbunyi. Ramainya sorak para siswa pun mengisi seluruh ruangan yang ada disekolah SMAN2. Menit demi menit pun ruangan mulai sepi ditinggalkan penghuninya. Hanya ada beberapa siswa yang tersisa, karna ada alasan untuk kegiatan eskul pada saat pelajaran berakhir. Srrrrt ssrrtt... Sssrtt terdengar suara geseran meja dan kursi, terlihat beberapa siswi rupanya sedang membersihkan lantai kelas. Tidak terlihat seorang siswa disana.

Adisti pada saat itu kebagian untuk membersihkan lantai dibarisan belakang. Sedang kedua temannya ola dan reka membersihkan lantai bagian depan kelas. Adisti yang saat itu sedang sibuk dengan sapunya, pada saat membersihkan meja barisan kedua dari pintu tersebut. Menemukan sebuah buku dengan cover yang tak asing bagiku buku tersebut berwarna merah dan terlihat masih baru.



Karna penampilannya yang begitu menarik dan membuat adisti penasaran akhirnya ia dengan tanpa sengaja bagian demi bagian isi buku tersebut ia baca. Sampai dia mungkin tidak sadar bahwa dimeja kursi tersebut masih tertinggal sebuah ransel bermotif batik dengan warna dasar putih dengan motifnya bewarna hitam kecoklatan. Tanpa disadari buku yang dibacanya tersebut ternyata pemilik tas ransel batik tersebut.
Tidak beberapa lama kemudian masuk seorang siswa berbadan tinggi, hitam manis, rambutnya sedikit berponi dan mengenakan switer berwarna hitam pekat mendekati meja yang sedaritadi dibersihkan adisti. " hey.." itulah ucapan pertamanya. Dengan kaget adisti menatap lelaki tersebut dan dengan perlahan menutup buku yang dibacanya tersebut dengan pelan dan dengan lembut adisti letakkan dimeja. Tetapi matanya tidak mengalih dari mata tersebut.
Adisti👉 iyaa.. (Dengan wajah malu) lelaki tersebut belum menjawab, tapi adisti langsung melanjutkan uacapannya. " lo pemilik buku ini?? Maaf gw tadi gak sengaja liat dimeja. Dan gak sengaja baca. Tentang peterpan ternyata. Gw suka peterpan. Buku ini bagus banget ceritanya. Nyeritain ariel dan kawan"nya pasca ariel kena kasus. Dan teman temannya masih berjuang untuk mempertahankan bandnya tersebut. :)
Lelaki tersebut hanya diam. Dan tiba tiba menjawab. " iyaa. Itu punya panji. Belom beres juga bacanya."
Panji ternyata nama salahsatu siswa tersebut. Mungkin sedikit heran kenapa teman satu kelas tetapi tidak tau nama teman sekelasnya? 😱 ya adisti dan dia dan yang lainnya yang mengisi kelas XI ipa tersebut memang belum lama. Baru beberapa hari mereka naik ke kelas sebelas tersebut. Dan penghuninya baru semua. Dari macam macam kelas. Ola reka pun teman baru adisti dikelas tersebut, tapi mereka sudah saling kenal karna satu eskul kesenian tradisional. Sedangkan panji begitu asing untuk adisti.
Bertegur sapapun baru kali itu adisti dan panji.


Esok harinya para siswa siswi belajar seperti biasanya. Begitupun adisti dengan teman teman sekelasnya. Tapi pada saat itu para siswa ipa tersebut tidak fokus. Bagaimana tidak kali itu pelajaran mulok membahas soal bertani. Gurunya baik, santai. Itu alasan kenapa murid" tidak fokus. Sebagian ada yang mengobrol sebagian ada yang mendengarkan musik dengan handphone disimpen dibawah meja. Begitu juga dengam adisti. Tidak tau kenapa pada saat itu mata adisti terarah ke meja belakang. Yaitu dimana tempat meja panji. Seketika ia memandang lelaki tersebut. Dengan keadaan saat itu panji sedang tidur. -_- hari demi hari pun adisti tidak sadar selalu ingin memandang kebelakang meja tersebut. Disaat guru sedang lengah, sesekali adisti menoleh kebelakang. Tapi selalu saja terlihat panji sedang menempelkan wajahnya diatasmeja. Sampai dibenak adisti ingin sekali membangunkannya. Pernah saat itupun saat panji sedang tertidur, adisti memandangnya sesekali. Ininmungkin menjadi salahsatu hobi adisti pada saat itu memandang panji tanpa sepengetahuannya. :)
Hari demi hari pun berlanjut.. Penghuni kelas tersebut pun mulai akrab satu sama lain. Tidak seperti sebelumnya hanya bermain dan mengobrol dengan temannya disaat kelas sepuluh. Keakraban itu semua dimulai setelah guru biologi yaitu bu siti aisyah mengatur formasi barisan. Yang dimana awalnya setiap baris tersebut sekumpulan teman" semasa kelas 10 akhirnya semua pun dicampur. Kebersamaan pun terjalin. Tapi tidak untuk adisti dan panji mereka tidak pernah bertegur sapa. Terakhir itu pada awal menempati kelas ipa.
Namanya hati memiliki rasa. Itu yang dirasakan adisti. Akhir akhir ini dia selalu memikirkan panji. Panji yang awalnya ia kenal sedikit jutek dan si tukang tidur itu, mulai aktif, ya dia memang pintar termasuk murid cerdas juga. Sering maju juga kedepan jika disuruh guru. Itupun menjadi salahsatu alasan terpesonanya sosok panji dimata adisti.
Berbeda dengan adisti. Ia jutek, cuek, periang , tidak begitu pintar, tapi berani mengambil resiko.
Adisti lebih senang sendiri. Dan lebih bisa menyembunyikan perasaannya. Salahsatunya pada masa itu adisti sedang tertimpa masalah keluarganya. Jika tau lebih dalam tentang apa yang dirasakan adisti mungkin semua tidak akan bisa menyangka. Tapi semua itu masalah itu selalu ia sembunyikan sendiri. Tidak ingin rasanya membebani teman"nya. Begitu juga dengan perasaannya kepada panji.
Hari hari yang berat pun dilalui adisti dengan selalu keep slowly.

Sore pun datang, matahari pun telah menuju horizon. Malam itu menjadi awal tanggal 1 akan dibentuk. Adisti sedang asyik facebook.an. dia klik sebuah grup yang bernama ipa 1 (sebelum nama remedial dibuat). Dengan sengaja adisti mengirim sebuah pesan dinding digrup tersebut.
" kaliaan.. Jangan lupa ya save nomor adisti 08............ Dengan ditutup tanda baca titik dua buka kurung. Pesan pun dikirim. Tidak lama kemudian ada beberapa teman berkomentar. Memberi tanda setuju akan d save dan ada juga yang memberi pesan balik "save juga nomor gw nih" dan itupun salahsatunya panji. Adisti pada saat itu pun bingung dia harus sedih atau bahagia.
Akhirnya adisti save nomor 3 panji tersebut. Adisti dengan berani mengirim pesan duluan.
" ini nomor fite. Save yah"
Tidak lama kemudian balasan dari nomor yang 4 digit dari belakang 3554 sampai dilayar handphone adisti. Sayangnya balasan tersebut hanya berisi " sip :) " . dengan bingungnya adisti harus balas apalagi.

Setelah itu waktu berjarak lama. Adisti tidak lagi ingin tau soal panji. Setelah penasarannya terjawab bahwa panji memiliki seorang pacar diluar kota sana. Itu sangat membuat adisti yakin harus bisa melupakannya.

Season 1.